Posted by: syiar.net | April 17, 2010

Bagaimanakah shalawat yang benar?

Dalam Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 56 Allah memerintahkan orang-orang yang beriman (mu’minin) untuk bershalawat kepada Rasulullah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Shalawat sedemikian pentingnya sehingga Allah perlu memerintahkannya dalam Al Qur’an. Tetapi sebagai seorang mu’min yang ingin mematuhi perintah tersebut timbullah pertanyaan dalam benak kita semua. Bagaimanakah shalawat kepada Rasulullah SAAW yang benar sehingga kita tidak dianggap mengabaikan perintah tersebut?

1. Menukil dari kitab Sahih Bukhari(1), tepatnya pada kitab 55 (Nabi-Nabi) hadits 589, kita dapati bahwa Rasulullah mengajarkan kepada kita bagaimana bershalawat kepada beliau.

Dari Abdur Rahman bin Abu Laila, dia berkata: Ka’b bin Ujrah bertemu aku, lalu dia berkata: “Maukah aku memberi hadiah kepadamu, yang aku mendengarnya dari Nabi SAW?” Aku menjawab: “Ya. Hadiahkanlah itu kepadaku.” Ia berkata: Kami bertanya kepada Rasulullah SAW, maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah membaca shalawat kepadamu dan ahlul bayt? Sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepada kami bagaimana kami membaca salam.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah:

Allahumma sholli alaa Muhammad wa ala aali Muhammad, kamaa sholaita ala Ibroohiim wa ala aali Ibroohiim. Innaka hamiidun majiid.

Allahumma baarik ala Muhammad wa ala aali Muhammad, kamaa baarokta ala Ibroohiim wa ala aali Ibroohiim. Innaka hamiidun majiid.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkatilah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

2. Pada Sahih Bukhari kitab 60 (Tafsir) hadits 320

Dari Ka’b bin Ujra: “Ya Rasulullah! Kami tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tetapi bagaimanakah bershalawat terhadapmu?” Rasulullah berkata, “Ucapkan: Allahumma shalli ala Muhammad wa’ala aali Muhammad, kama shollaita ‘ala ali Ibrahim. Innaka hamidun majid.”

Ibnu Taimiyah mengemukakan suatu hadits yang berkenaan dengan Ayat Shalawat (QS Al-Ahzab (33) ayat 56) di atas, mengenai peringatan Rasulullah Saw kepada para sahabatnya, “Janganlah kalian bershalawat untukku dengan shalawat yang terputus.” Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan Shalawat terputus?” Baginda menjawab, “Kalian mengucapkan, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, lalu kalian berhenti di situ! Ucapkanlah, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad (Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad)

Sebagai seorang mu’min kita berkewajiban untuk mengucapkan shalawat yang benar kepada Rasulullah SAAW, dan berdasarkan penjelasan tersebut di atas maka patutlah kita mengucapkan shalawat sesuai dengan yang telah diajarkan Rasulullah SAAW kepada kita, dan tidak terputus seperti yang selama ini kita dengar.

=====

(1) Hadits tersebut juga dapat ditemukan pada jilid 4 hadits 3213 pada Shahih Bukhari terbitan CV Asy Syifa’ – Semarang tahun 1993 dengan pengarang Achmad Sunarto, dkk.

About these ads

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.